Bahaya Gaya Hidup Tidak Aktif

Activities Health 26 May 2015

Oleh Admin

Bahaya Gaya Hidup Tidak Aktif

Obesitas atau kelebihan berat badan sudah secara luas dikenali sebagai salah satu faktor risiko terhadap penyakit-penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung koroner. Akan tetapi, masih banyak yang belum menyadari bahwa tingkat aktivitas fisik seseorang atau gaya hidup yang tidak aktif merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya obesitas dan penyakit metabolik.

Berikut adalah 8 bahaya yang dapat terjadi akibat gaya hidup yang tidak aktif:

  1. Sulit Menurunkan Berat Badan

Gaya hidup yang tidak aktif akan menyebabkan elemen-elemen pembakar lemak di dalam tubuh kita turun sebanyak 50%. Dokter James Levine, PhD dari Mayo Clinic mengatakan bahwa enzim-enzim kunci yang berperan membakar trigliserida (salah satu jenis lemak dalam tubuh) akan mulai berhenti bekerja. Beliau lebih lanjut menyebutkan bahwa apabila kita duduk seharian. Enzim-enzim tersebut akan segera turun sebanyak 50%.

  1. Sulit Tidur Nyenyak

Paul Peppard, PhD dari Universitas Wisconsin-Madison menyebutkan melalui situs WebMD bahwa obesitas adalah faktor utama terjadinya sleep apnea. Sleep apnea adalah kondisi dimana terjadi henti napas saat tidur. Ketika serangan ini datang, penderita apnea mengalami kesulitan bernapas bahkan berhenti bernapas saat tidur. Hal tersebut disebabkan karena adanya hambatan/sumbatan pada saluran pernapasan pada saat kita bernafas dalam kondisi tidur. Obesitas mengakibatkan sleep apnea karena adanya tumpukan lemak berlebih di leher yang dapat menghambat saluran pernapasan.

  1. Koordinasi Gerak Kurang Baik

Masa kanak-kanak adalah waktu yang penting untuk mengembangkan kemampuan koordinasi motorik seseorang yang selanjutnya akan berperan penting bagi kesehatan dan tingkat kebugarannya. Anak-anak yang tidak dibiasakan bergerak dan melakukan aktivitas fisik akan memiliki kemampuan koordinasi motorik 9 kali lebih buruk daripada anak-anak yang aktif. Bahkan Dr. Luis Lopes dari Universitas Minho, Portugal mengatakan bahwa gaya hidup tidak aktif pada anak-anak berhubungan dengan tingkat kebugaran yang buruk, rasa rendah diri, penurunan prestasi akademik, dan peningkatan risiko obesitas.

 

  1. Rentan Bullying

Efek gaya hidup yang tidak aktif pada anak-anak sangat besar. Anak-anak yang tidak aktif cenderung menjadi gemuk dan mengalami obesitas. Pada kondisi ini, anak tersebut akan lebih rentan menjadi korban bullying atau dijadikan lelucon oleh teman-temannya, lebih tepatnya 63% lebih mungkin.

 

  1. Bahaya Batu Ginjal

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Eric Taylor menemukan bahwa berat badan berlebih, Indeks Massa Tubuh yang tinggi, dan lingkar pinggang yang besar akibat gaya hidup yang tidak aktif akan menyebabkan peningkatan risiko terjadinya batu ginjal.

Peningkatan risiko ini sebanyak 90% pada perempuan dan sebanyak 33% pada laki-laki.

 

  1. Bahaya Bagi Janin

Ibu hamil yang mengalami obesitas dan menjalani gaya hidup yang tidak aktif memiliki kemungkinan 3,5 kali lebih besar untuk melahirkan bayi dengan kelainan kongenital dibandingkan dengan ibu hamil yang berat badannya normal. Bahkan kemungkinan terjadinya kelainan jantung sejak lahir akan meningkat sebanyak 2 kali lipat.

 

Terlihat menakutkan, bukan? Akan tetapi, sebenarnya solusi dari bahaya-bahaya yang disebutkan di atas sangatlah sederhana, mulailah bergerak. Biasakan olahraga secara teratur dan hidup aktif sedini mungkin Sobat Hydro

 

 

(sumber: Oleh: dr. Sophia B. HageAnggota Redaksi Medis Klikdokter.com)

Masih Muda Tapi Suka Malas Gerak? Ini Risikonya!

Health Hydrococo Lifestyle 26 February 2016

Masih Muda Tapi Suka Malas Gerak? Ini Risikonya!

Read More
DERETAN FILM KEREN YANG NGGAK BOLEH DILEWATKAN

Lifestyle 10 April 2017

DERETAN FILM KEREN YANG NGGAK BOLEH DILEWATKAN

Read More