LAYAKNYA KAPTEN TSUBASA, JUARA NASIONAL DULU BARU KE INTERNASIONAL

Activities Hydrococo 19 November 2016

Oleh Admin

LAYAKNYA KAPTEN TSUBASA, JUARA NASIONAL DULU BARU KE INTERNASIONAL

“Bola adalah teman”
Pecinta sepakbola atau pecinta kartun pasti hafal luar kepala quote ini. Sebuah klausa yang cukup memotivasi anak-anak untuk bermain bola dengan benar pada zamannya. Ya, kalimat itu berasal dari sebuah film kartun yang sangat digemari oleh hampir semua anak sekolah pada saat itu.

Kapten Tsubasa, itulah judul film kartun yang dimaksud. Menceritakan tentang seorang anak bernama Tsubasa Ozhora yang sedari usia Sekolah Dasar sudah sangat mencintai permainan sepakbola. Di SD Nankatsu, awal mula kisah Tsubasa dimulai. Selayaknya anak baru di sekolah, Tsubasa kecil dipandang remeh oleh teman-temannya saat akan ikut bertanding melawan SD Sutetsu pada suatu pertandingan. Ia pun diminta untuk jadi bek di awal pertandingan dan digempur habis-habisan oleh Tim Sutetsu. Dengan sabar dia melakukan apa yang diminta oleh timnya sampai pada suatu waktu dengan suatu serangan balik Tsubasa mampu menjebol gawang Sutetsu yang dikawal oleh kiper kawakan Wakabayashi.  Semenjak itulah, Tsubasa akhirnya dikenal sebagai seorang anak dengan kemampuan mengolah bola yang cukup mumpuni untuk anak sepantarannya hingga akhirnya dia mampu membawa teman-temannya menjadi juara turnamen nasional se-Jepang untuk kalangan pelajar. Pelan tapi pasti karir Tsubasa dalam sepakbola pun berjalan lancar sampai akhirnya ia dipinang oleh klub luar negeri dan menjadi kapten tim Jepang dalam pagelaran piala dunia.

Kisah Kapten Tsubasa bukan sekadar hanya rekayasa belaka namun menjadi kisah yang sangat memotivasi rakyat Jepang untuk membangun industri sepakbolanya agar dapat sejajar dengan level sepakbola Eropa. Terbukti, Jepang saat ini sudah menjadi raksasa Asia yang menjadi langganan piala dunia.

Sama halnya dengan kisah Tsubasa, gelaran Hydro Coco Cup National Futsal Tournament menjadi panggung para pelajar SMA untuk membuktikan kemampuannya menjadi seorang juara nasional dengan mengalahkan lebih dari 700 sekolah yang mendaftar.
Selama kurang lebih 6 bulan perjalanan turnamen yang diikuti oleh 27 kota, akhirnya terpilih 8 sekolah terbaik yang berhak mengikuti Grand Final Hydro Coco Cup pada 6 November lalu di Bandung, Jawa Barat. Delapan tim juara tersebut adalah Juara Gold Qualification Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, dan Jakarta.

Dengan kemampuan yang lebih, akhirnya mengantarkan SMAN 16 Bandung dan SMAN 12 Makassar ke babak final untuk mencari siapa The Real Champions. Tim terbaik melawan tim terbaik. Final ideal, begitu kata orang-orang yang nonton live di lapangan ataupun yang menonton live streaming di okezone.com, mempertemukan juga calon-calon pemain terbaik turnamen ini.
Dan akhirnya setelah balas membalas gol, tekad yang kuat dari teman–teman SMAN 16 Bandung berhasil menjadikan mereka pemenang dan berhak terbang ke Thailand mewakili Indonesia dalam ajang Bangkok Futsal Tournament. SMAN 16 Bandung akan berangkat ke Thailand tanggal 5-7 Desember 2016 besok.

Dan akhirnya setelah balas membalas gol, tekad yang kuat dari teman–temanSMAN 16 Bandung berhasil menjadikan mereka pemenang dan berhak terbang keThailand mewakili Indonesia dalam ajang Bangkok Futsal Tournament. SMAN 16Bandung akan berangkat ke Thailand tanggal 5-7 Desember 2016 besok.

Kisah Tsubasa di atas pun menjadi kenyataan bagi Ramadhan Zidani, pemain nomorpunggung 7 dari SMAN 16 Bandung yang didaulat menjadi Best Player danberhak mendapatkan beasiswa dari Tax Trisakti. Layaknya musuh bebuyutannyaTsubasa, Kojiru Hyuga, Anzhar dari SMAN 12 Makassar pun berhasil mendapatbeasiswa yang sama dengan status Wild Card. Sekali lagi, mimpi juga yangmembuat Aji Pratama sebagai Top Scorer dari SMAN 16 Bandung mendapatkanbeasiswa dari Kalbe Bisnis Institute. Mereka bertiga adalah pemain terbaikhasil pemilihan dari talent scout universitas yang pada awalnya hanyabermimpi sekedar bermain futsal untuk nama sekolahnya. Tapi tidak hanya merekabertiga, ada juga 15 pemain lain yang berhak mendapat beasiswa dari Bina SaranaInformatika. Mereka adalah Viandi, Rivaldo, dan Musthofa dari SMAN 16 Bandung,M.A Pandega , Muh. Tasbih dan Jaya R dari SMAN 12 Makassar, Aziz F dan D.Rendra dari SMAN 9 Pontianak, Athaya Fadilla dari SMAN 1 Banjarmasin, RestuYuhendri Putra dari SMAN 11 Semarang, Muhammad Bima dan Satrya Ramadhan dariSMAN 4 Yogyakarta, Rickey Grenata dan Anggi Galih dari SMAN 2 Batu Malang, danyang terakhir Muhammad Reza dari SMK Tritech Medan.

Melalui turnamen futsal ini ini, Hydro Coco sangatberkomitmen untuk mengedukasi pelajar bagaimana cara bermain futsal yang benar,membuat sebuah turnamen futsal yang berkualitas, mengajak mereka untukberkompetisi secara sehat dan menghindarkan mereka dari kegiatan negatif. Dantentu saja, memberikan pengalaman bertanding dalam skala internasional sehinggasemoga dalam kurun waktu yang dekat bakat-bakat muda Indonesia ini bisa membawanegaranya main dalam pagelaran piala dunia layaknya Kapten Tsubasa. (GSE/red)

4 Tempat Kuliner Sate Taichan di Jakarta

Activities Lifestyle 14 January 2016

4 Tempat Kuliner Sate Taichan di Jakarta

Read More
LEBIH EKSIS MANA, JALAN KAKI ATAU BAWA KENDARAAN SENDIRI

Hydrococo Lifestyle 26 December 2016

LEBIH EKSIS MANA, JALAN KAKI ATAU BAWA KENDARAAN SENDIRI

Read More