Oleh Hydrococo

MELIHAT ETIKA TRAVELING YANG SERING DILUPAKAN ORANG

Satu hal yang paling nyebelin ketika kita piknik dan traveling ke suatu tempat adalah ketika kita melihat dengan mata dan kepala sendiri tempat yang kita bayangkan akan indah tapi ternyata berantakan oleh sampah-sampah dari pengunjung lainnya. Kaya nggak diajarin waktu SD gitu, merasa bahwa sampah-sampah ini akan menghilang dengan sendirinya. Sementara di belahan dunia lain orang-orang sibuk dengan menghargai dan menjunjung budaya kebersihan, eh disini banyak orang yang nggak bisa mengerti keindahan dan kerapihan.

Nggak hanya soal kebersihan sih, banyak juga sebenarnya beberapa sikap yang harus kita cermati ketika sedang melakukan sebuah perjalanan liburan, entah untuk sekedar piknik atau perjalanan dinas. Mulai saat ini, coba kita berikrar dalam hati untuk selalu menjunjung tinggi budaya bersih, sopan dan meninggikan adab masyarakat modern. Salah satunya, cobalah untuk melakukan hal-hal berikut yang menggambarkan sebuah masyarakat yang mempunyai pribadi menyenangkan.

Yang paling pertama adalah, menolak buang sampah sembarangan. Kebiasaan yang pada umumnya paling sering banget dilakukan oleh para wisatawan adalah membuang sampah sembarangan. Mungkin sebagian tempat wisata memang nggak menyediakan tempat sampah, tapi bukan berarti kita bisa seenaknya juga membuang sampah sembarangan. Untuk jaga-jaga, sebaiknya kita bisa membawa kantong plastik untuk menyimpan sampah sementara dan membuangnya ketika sudah menemukan tempat sampah. Atau minimal kalau nggak bawa kantong plastik, ya taruh aja dulu sampah-sampah tadi di tas kamu sendiri sebelum kamu menemukan tempat sampah.

Kedua, kejadian yang sering terjadi di beberapa fasilitas umum di tempat wisata seperti toilet, kursi taman, pagar, dan lainnya sering sekali dirusak, dicorat-coret dan lainnya, ya kan? Padahal semua itu adalah bentuk pelayanan yang baik dari pengelola bagi para pengunjung yang datang. Sehingga akan sangat baik adanya jika semua fasilitas tersebut bisa dijaga dan nggak dirusak. Contoh lainnya adalah ketika wisatawan mengunjungi taman dengan banyak bunga. Meskipun dalam hati ingin sekali memetik bunga-bunga tersebut dan membawanya pulang, sebaiknya kita paham, jika kita memetik dan merusak tanaman, hal ini dapat mengurangi keindahan tempat wisata tersebut. So, please guys.. Think twice before you ruin something.

Ketiga, beda tempat, beda pula kebiasaan atau budayanya. Coba biasain untuk kepo apa yang menjadi kebiasaan atau hal-hal yang ternyata dapat melanggar norma-norma setempat. Untuk bisa tahu, kamu bisa tanya pada pemandu setempat, atau bisa juga dengan melihat di papan pengumuman yang tertera, atau mencari informasi terlebih dahulu lewat mesin pencarian Google atau sejenisnya. Gampang sebenarnya.

Sebagai contohnya, ketika berkunjung ke rumah ibadah, pura, kuil, atau tempat ibadah lainnya, sebaiknya menggunakan pakaian yang sopan dan nggak terlalu terbuka. Atau di tempat wisata tertentu ada peraturan yang nggak memperbolehkan pengunjung untuk mengambil gambar, sebaiknya kita sebagai wisatawan menghormati setiap budaya, peraturan, maupun kebiasaan setempat demi menghargai apa yang sudah ditetapkan oleh pengelolanya.

Keempat, naaah ini nih. Kamu tahu kan tempat wisata yang sepi pengunjung dan jauh dari keramaian ternyata bisa membuat ketertarikan beberapa pengunjung untuk berbuat asusila. Boleh-boleh saja pergi berduaan dan bermesraan dengan pasangan, tapi sebaiknya dilakukan dalam batas wajar!

Baiklah, setelah kamu baca hal-hal di atas, mulai sekarang kamu harus bisa untuk menjadi wisatawan yang cerdas dan selalu punya keinginan untuk menjaga tempat wisata di manapun agar tetap asri dan indah? Yup, pasti bisa!

TRIK-TRIK SEDERHANA BUAT YANG DOYAN LIBURAN DIPANTAI

Activities Lifestyle Traveling 22 October 2017

TRIK-TRIK SEDERHANA BUAT YANG DOYAN LIBURAN DIPANTAI

Read More
Yuk, Datang ke Konser Tame Impala!

Activities Lifestyle 10 March 2016

Yuk, Datang ke Konser Tame Impala!

Read More