WOW! INILAH FAKTA SEJARAH UANG DALAM NEGARA INDONESIA, KAMU HARUS TAHU SOBAT HYDRO

Hydrococo 18 August 2017

Oleh Admin

WOW! INILAH FAKTA SEJARAH UANG DALAM NEGARA INDONESIA, KAMU HARUS TAHU SOBAT HYDRO

Masih dalam rangka kemerdekaan Indonesia yang ke-72 tahun. Nggak ada salahnya bila kali ini kita membahas topik-topik yang bersejarah. Salah satunya adalah uang. Mungkin kamu sudah tau tahu Sobat Hydro, rupiah adalah nama mata uang negara kita tercinta ini, Indonesia.

Meskipun banyak yang mengaitkannya dengan rupee India, namun menurut Adi Pratomo, salah seorang sejarawan Indonesia mengatakan rupiah berasal dari bahasa Mongolia. Dalam bahasa tersebut kata aslinya rupia (tanpa huruf h) yang mana artinya perak. Namun karena pelafalan orang Indonesia, khususnya Jawa, maka terbentuklah kata rupiah.

Menurut sejarah, ketika Indonesia merdeka 17 Agustus 1945 tetapi kita nggak langsung menggunakan rupiah. Barulah beberapa tahun setelah proklamasi nama rupiah mulai diresmikan. Ini yang jarang diketahui oleh anak-anak muda saat ini.

Pastinya kamu juga jadi penasaran kira-kira mata uang apa yang digunakan pada awal-awal Indonesia merdeka. Bahkan jauh dari itu mata uang apakah yang dipakai sewaktu wilayah nusantara ini masih zaman kerajaan.

Seperti kita ketahui bersama sebelum negara Indonesia lahir, dulunya di tempat ini ada banyak bermacam-macam kerajaan. Misalnya kerajaan Mataram Lama, Sriwijaya, Majapahit, dan sebagainya. Pada masa ini jangankan jual beli, uang pun sudah mulai ramai digunakan. Jadi transaksinya bukan barter ataupun dengan uang-barang. Uang yang beredar zaman kerajaan seperti ini umumnya berupa logam, bukan kertas. Bahkan bahan pembuatnya masih berupa emas dan atau perak. nggak seperti sekarang ini yang memakai kuningan, nikel, ataupun aluminium.

Setelah penjajah Belanda datang, barulah pemerintah Hindia Belanda (sebutan wilayah Indonesia sebelum merdeka) mendirikan De Javasche Bank tahun 1828. De Javasche Bank ini merupakan cikal bakal Bank Indonesia sekarang. Dan dari De Javasche Bank inilah terbit mata uang Sen dan Gulden. Kedua uang ini diciptakan khusus untuk dipergunakan di Hindia Belanda saja.

 

Sumber gambar: seputarforex.com

Pada tahun 1942, tentara Jepang mengambil alih kependudukan Belanda atas Hindia-Belanda. Pada masa ini salah satu kebijakan yang dilakukan adalah menarik semua uang terbitan Belanda dan kemudian menyusun bank Nanpo Kaihatsu Ginko. Melalui bank ini Jepang mencetak mata uang sendiri. Uang yang dicetaknya masih menggunakan bahasa Belanda. Namanya “Gulden Hindia Belanda”.

 

 

 

 

Sumber gambar: seputarforex.com

Menjelang berakhirnya pendudukan di Indonesia, Jepang mencetak uang baru lagi. Mungkin hal ini dilakukan upaya menyenangkan hati rakyat Indonesia. Pasalnya uang yang tercetak kali ini berbahasa Indonesia dan diberi nama “Rupiah Hindia Belanda”. Nah setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, mungkin karena situasi politik dan ekonomi yang masih kacau, ketiga uang ini baik gulden terbitan Belanda, gulden cetakan Jepang, dan Rupiah Hindia Belanda,

 

 

Karena kekacauan itu, pemerintah Indonesia yang baru lahir berkat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 mulai mengambil langkah-langkah untuk menerbitkan uang sendiri. Masalahnya, sumber daya yang dibutuhkan untuk mencetak uang nggak kecil. Selain itu, tentara Sekutu berusaha menyerang pabrik percetakannya guna mencegah penerbitan uang tersebut. Tapi setelah melampaui perjuangan berat, pemerintah Indonesia akhirnya berhasil merilis uang pertamanya pada 3 Oktober 1946, dikenal juga sebagai “Oeang Republik Indonesia”, atau ORI. Saat itu dideklarasikan bahwa semua uang terbitan Jepang harus ditukar dengan ORI hingga tanggal 30 Oktober di tahun yang sama. Standar nilai tukarnya ditetapkan dengan patokan 50 Rupiah Hindia Belanda = 1 ORI. Pemerintah juga menyatakan bahwa satu ORI memiliki nilai setara dengan 0.5 gram Emas. Rupiah Hindia Belanda yang masih beredar setelah bulan Oktober dinyatakan nggak berlaku lagi.

Namun selang beberapa waktu ORI mengalami masalah. Karena pemerintah mencetaknya dalam jumlah banyak dengan maksud untuk mengisi kas negara, namun berefek juga pada inflasi yang membumbung tinggi. Hal tersebut sesuai hukum ekonomi.

Setelah terbentuk NKRI, dalam hal sistem keuangan pemerintah berupaya untuk menghapuskan hal-hal yang berbau Belanda. Salah satu yang dilakukannya adalah menggantikan mata uang terbitan Belanda berdenominasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, serta penerbitan uang kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.

Selain itu pemerintah juga menasionalkan De Javasche Bank dan merubah namanya menjadi Bank Indonesia. Di tahun 1952-1953, Bank Indonesia mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah. Ini menandai periode baru dalam sejarah Rupiah, dimana penerbitan dan peredaran uang kertas Rupiah kini menjadi tugas Bank Indonesia, sedangkan uang koin masih ditangani oleh Pemerintah secara terpisah. Barulah pada masa Orde Baru, Bank Indonesia diberi wewenang untuk mencetak dan menerbitkan uang, baik dalam bentuk koin ataupun kertas, serta mengatur peredarannya.

Begitulah sejarah dan asal mula uang dalam negara kita yang sudah dirangkum dari berbagai sumber. Semoga apa yang tertuliskan di atas bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kamu Sobat Hydro.

4 Tips Memaksimalkan Pembakaran Kalori

Activities Health Lifestyle 16 October 2014

4 Tips Memaksimalkan Pembakaran Kalori

Read More
KAMUS SEPAK BOLA UNTUK KAUM HAWA

Hydrococo Lifestyle 2 July 2018

KAMUS SEPAK BOLA UNTUK KAUM HAWA

Read More